Senin, 30 Januari 2012

Berita




PELETAKAN BATU PENJURU GEDUNG GEREJA DAN PEMUTARAN FILM ROHANI
DI GMI LIANG JERING DISTRIK 3 WIL. I

GMI Liang Jering adalah salah satu Gereja Methodist di daerah pedalaman terletak di perbatasan Dairi dengan Aceh Tenggara. Gereja ini sudah mempunyai gedung gereja darurat sejak l.k tahun 1989, dan sampai sekarang mereka masih beribadah di tempat darurat tersebut. Dengan kerinduan untuk beribadah di tempat yang nyaman, maka pada tanggal 27 Januari 2012 GMI Liang Jering mengadakan peletakan batu penjuru gedung gereja dengan ukuran 7X14 meter. Acara tersebut dilaksanakan bersama dengan Pimpinan Distrik 3 Wil. I, DS Pdt. T.M. Karo-karo,STh, MA. Pada malam harinya diadakan pemutaran Film Rohani di halaman desa, masyarakat hadir dalam acara tersebut l.k 150 orang. Besoknya Sabtu 28 Januari 2012, tim pulang walau jalan terjal dan kubangan dilalui tetapi sukacita ada di hati.

Jumat, 30 Desember 2011

Waktu adalah Kesempatan


RINGKASAN KHOTBAH SABTU 31 DESEMBER 2011
MALAM AKHIR TAHUN DI GMI SUKARAMAI DISTRIK 3 WIL.I
NATS : Pengkhotbah 3 :1-13
Oleh : DS Pdt. T.M. Karo-karo,STh,MA

Illustrasi
Janwar merasa ada suatu ketertarikan kepada Yuli seorang pemudi di tempatnya kerja, dan sebaliknya Yuli juga merasa demikian. Setelah mereka berpacaran selama setahun—nampaknya Yuli mulai menjauh dari Janwar. Akhirnya Janwar mulai sadar bahwa kesempatan berharga telah lewat---tidak ada lagi gunanya mendekati Yuli.
Kesempatan adalah seperti burung, jika tidak ditangkap maka dia akan terbang dan tidak akan kembali lagi. Kita
Waktu adalah Kesempatan
Dalam perikop ini ada ada bermacam-macam “waktu” yang disebutkan oleh Pengkhotbah dan pada hakekatnya waktu tersebut dapat digolongkan dalam berberapa golongan;
1. Ada waktu atau kesempatan yang sudah ditentukan kita tinggal menerimnya saja: lahir, meninggal, dll
2. Ada waktu atau kesempatan yang kita sendiri menciptakannya, dan keberhasilannya tentu saja bergantung pada bagaimana kita menyikapinya. Menanamm, memanen dll
3. Ada juga waktu atau kesempatan yang tercipta akibat dari hubungan atau situasi lingkungan kita. Menagis, tertawa dll
Keberhasilan hidup manusia adalah terletak bagaimana kita memandang kesempatan, mempergunakan kesempatan, menghargai kesempatan di dalam hidupnya. Karena kesempatan untuk membuat kesempatan untuk diri anda telah diberi oleh pencipta: waktu (kesempatan); ketika Dia telah memberi kesempatan bagi anda untuk lahir maka itu berarti Dia telah memberi kesempatan bagi anda untuk sukses atau gagal.

Kesuksesan Hidup kita= kesuksesan mempergunakan waktu atau kesempatan
• Anda mau berhasil pergunakan waktu secara efisien
• Waktu hari ini tidak akan terulang lagi besok jika kita tak pergunakan maka ia akan hilang
• Mungkin saja suatu kesempatan hanya sekali saja diberikan kepada anda—makanya pergunakan dengan baik.
• Tuhan telah berikan anda kesempatan untuk mengakhiri Tahun 2011 ini---dan syukur sebentar lagi Dia akan memberikan kepada kita untuk masuk tahun 2012, ini adalah kesempatan yang baru.
• Mungkin saja ini adalah kesempatan terakhir bagi anda, saya atau kita—ingat kesempatan ini tidak akan terulang.

Sukaramai 31 Desember 2011

DS Pdt. T.M. Karo-karo, STh, MA

Sabtu, 17 Desember 2011

Ringkasan Khotbah 18 Desember 2011


Ringkasan
Khotbah Minggu 18 Desember 2011
Di GMI Sihorbo, Distrik 3 Wilayah I
Nats : Lukas 1:26-38
Oleh: DS Pdt. T.M. karo-karo,STh,MA

Pendahuluan
Dalam Minggu ini mungkin telah banyak jemaat-jemaat merayakan Natal, apakah itu di kelompok marga, sekolah dan lain sebagainya. Di dalam perayaan Natal tersebut banyak sekali kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan perayaan natal tersebut. Dalam natal kali ini ada suatu yang penting kita capai sasaran sebagai orang Kristen yakni menjadikan Natal yang hanya sekadar rutinitas yang biasa menjadi suatu momen yang merubah hidup kita sehingga hidup kita memperoleh damai sejahtera dari Allah yang memberikan putra Natal bagi umat manusia.
Ada harga yang harus dibayar
Maria sebagai seorang yang dipakai oleh Allah menjadi alat di dalam rencanaNya; rencana yang agung, missiNya untuk menyelamatkan manusia. Dia dipilih bukan tanpa resiko, resiko yang besar dia hadapi:
• Hamil tanpa suami (malaikat katakan “yang dikarunia”) sesungguhnya resiko yang dihadapi Maria sungguh besar. Malu---siapa yang tdk malu hamil tanpa suami.
• Resiko ditinggal oleh calon suami dan dituduh berzinah—orang baik-baik hamil dan akan melahirkan lagi… sungguh aib yang luar biasa.
• Resiko hukuman mati. Dalam adat istiadat orang Yahudi, seseorang yang berzinah bisa dihukum oleh masa.
Sesungguhnya menjadi alat Tuhan bukan tanpa resiko, harus ada harga yang dibayar; menjadi pengikut Kristus juga demikian kita harus bersedia memikul Salib dan mengikut Yesus.
Dia yang dilahirkan adalah Anak yang dijanjikan
Ada beberapa nama yang luar biasa yang disebutkan dalam perikop ini untuk anak terjanji tersebut:
• Anak laki-laki namaNya Yesus (Yosua)=Yahwe menyelamatkan, menggambarkan suatu campur tangan Allah di dalam karya penyelamatan terhadap manusia.
• Anak Allah yang Mahatinggi = menyatakan suatu hubungan yang erat dia dengan Allah maha pencipta.
• Pemegang Tahta Daud = menyatakan bahwa kepercayaan Allah yang diberikan kepadaNya adalah yang sudah dijanjikan sejak dahulu kala.
• Raja Israel dan raja selama-lamanya = suatu interprestasi yang luar biasa terhadap anak yang dijanjikan tersebut.
Sehingga dia putra yang dijanjikan tersebut sering kita sebut dengan Yesus, Kristus, Anak Allah, Anak Manusia---Di dalam Dia rencana Allah dinyatakan dan dalam Dia manusia diselamatkan.
Respon positif Maria
Maria berkata: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Dia siap menanggung resiko apapun, karena Dia Tahu bahwa dia adalah milik Tuhan, hamba Tuhan, sebagai hamba Dia harus taat pada Tuhannya. Biar apapun yang terjadi dalam hidupku terjadilah—asal rencana Tuhan dinyatakan. Karena Maria tahu bahwa Ruhan tidak pernah merencanakan hal yang tidak baik bagi hambanya.
Bahkan Maria bersyukur karena Tuhan mau memakai Dia sebagai alat untuk menyatakan karya keselamatan yang begitu besar bagi umat manusia. Sesungguhnya dia yang lemah menurut ukuran manusia bisa dipakai oleh Allah sebagai suatu alat yang luar biasa bagi gerejaNya asalkan dia siap membayar harga yang harus dibayar.Mari kita katakana: “"Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Selamat Advent.

Sabtu, 03 Desember 2011

Jadilah Pribadi yang menarik


RINGKASAN KHOTBAH MINGGU 04 DESEMBER 2011

DI GMI LAU GUNUNG DISTRIK 3 WIL. I

Nats : Markus 1:1-8

Oleh DS Pdt. T.M. karo-karo,STh,MA

”Jadilah pribadi Yang Menarik”

Pendahuluan

Markus memulai Injilnya dengan versi yang berbeda dengan injil sinoptik lainnya, dia tidak mulai dengan silsilah dan kelahiran Yesus Kristus; melainkan dia mulai dengan penampilan seorang tokoh yang unik tetapi mempunyai ketegasan baik di dalam ’kata” maupun di dalam perbuatan. Tokoh tersebut ialah Yohanes pembaptis yang membawa berita dan sekaligus sebagai penggenap berita dari perjanjian Lama. Hal ini memberikan kesan yang lebih kental bahwa Yohanes pembaptis adalah sebagai pendahulu kedatangan Mesias yang telah dinubuatkan jauh sebelumnya.

Pribadi Yohanes pembaptis Yang menarik

Berita Yohanes pembaptis cukup sederhana : ” Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” ; tetapi mempunyai respons yang luar biasa dari para pendengar. Ada beberapa hal yang membuat pribadi Yohanes Pembaptis begitu menarik sbb:

· Dia adalah benar-benar hamba Allah, otoritas yang dia bawa adalah berasal dari Allah bukan dari dirinya sendiri. Pribadinnya sebagai hamba Allah tetap dia tempatkan di bawah Allah dan menurut komando Allah.

· Dia penuh dengan kesederhanaan, dia datang sebagai hamba Allah apa adanya bukan sebagai pribadi yang dibuat-buat—nampak di dalam dirinya bahwa statusnya sebagai hamba Allah bukan dilakoninya untuk meningkatkan status hidupnya. Dia hadir oleh karena Allah dan untuk rencana Allah bukan oleh karena suatu ambisi pribadinya atau ambisi kelompoknya.

· Sesuai kata dengan perbuatan, kata-katanya cukup tegas, jelas dan mudah dicerna---bukan suatu bahasa politis yang mudah diplesetkan. Beritanya sesuai dengan apa yang harus disampaikannya seperti kehendak yang mengutus dia. Yang benar dikatakan benar dan yang salah dikatakan salah, tanpa takut akan resiko yang dihadapinya, asalkan kendah Allah yang mengutusnya dipenuhi.

· Tiada ambisi pribadi, sebenarnya dengan ”keterkenalannya” dia bisa mengangkat dirinya sebagai ”mesias”. Tetapi dia berkata: Dia harus semakin bertambah, ku harus semakin berkurang...” Dia tahu sampai dimana perannya dalam rencana keselematan itu, dia tidak mau mencaplok peran yang lainnya.

Jadilah Pribadi yang Menarik

· Sebagai pemimpin Kristen kita harus memberitakan ”FirmanNya” berdasarkan otoritas Allah. Firman Tuhan jangan diplesetkan---berita kita bukan diri kita walaupun berita itu berdasarkan kesaksian diri kita.

· Jadilah pribadi yang sederhana, marilah kita hidup sesui dengan kebutuhan, bukan menurut keinginan. ”Keinginan” sering kali dikuasai oleh nafsu daging kita, dengan menguasai keinginan kita maka kita dapat mengendalikan diri kita sesui dengan keinginan Tuhan.

· Sesuai kata dengan perbuatan, kita biasakan berpikir dulu baru bicara—bukan sebaliknya ” berbicara lalu berpikir”. Yakobus mengatakan bahwa lidah kita adalah kendali diri kita. Lebih banyaklah berbuat dari pada berbicara.....Bicara adalah perak dan diam itu adalah emas.

· Jabatan dalam pelayanan bukan untuk mencapai ambisi pribadi atau kelompok—pelayanan bukan untuk memuaskan ambisi pribadi melainkan untuk melaksanakan rencana Allah melalui diri kita.

· Mari kita terapkan hal ini di dalam diri kita.

Jumat, 02 Desember 2011

Pendeta/Guru Injil Distrik 3 Wilayah I Mengucapkan :


SELAMAT HARI NATAL

(25 Desember 2011)


Rabu, 26 Oktober 2011

Peletakan Batu Penjuru Pastori GMI Pardomuan




PELETAKAN BATU PENJURU

PASTORI GMI PADOMUAN DISTRIK 3 WIL.I

Sesuai dengan Program GMI Distrik 3 Wil. I dalam bidan Missi pada Konta 2011, bahwa Missi GMI Distrik 3 Wilayah I diarahkan ke daerah Konperensi Resort Lae Naberu. Oleh sebab itu salah satu gereja yang ada di resort Lae Naberu yakni GMI Padomuan berencana membangun Pastori sebagai tempat hamba Tuhan, sehingga dari sinilah nanti akan dibuka pos Pelayanan baru di sekitar Pardomuan.

Berhubungan dengan itu maka pada hari selasa 25 Oktober 2011, diadakanlah peletakan batu penjuru Pastori di GMI Padomuan. Acara ini dipimpin oleh Pimpinan Distrik 3 Wil. I DS Pdt. T.M. Karo-karo,STh,MA, besama dengan Pimpinan Jemaat GI TR Rajaguk-guk,STh dan Pimpinan Jemaat GMI Lae Naberu GI Mariaty br Panjaitan. Acara diawali dengan kebaktian, diakhiri dengan acara makan. Rumah rencana dibangun permenen dengan ukuran 8 x 8 meter dengan total biaya Rp 70.000.000,- dengan dana swadaya jemaat dan bantuan donator. Jika anda ingin berpartisipasi dalam pembangunan ini bisa hubungi DS Pdt. T.M. Karo-karo,STh,MA di nomor 0812.6363.612.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Makna Kasih


“Makna Kasih”

Ringkasan Khotbah Di GMI Syaloom Panji Sibura-bura, Sidikalang

Minggu 23 Oktober 2011

Nats: Matius 22:34-40

Ada dua hal yang diperintahkan oleh Allah untuk kita lakukan dalam nats kita:

I. Mengasihi Allah

Mengasihi Allah berarti:

1) Mengasihi Allah berarti mengasihi gerejaNya Ef 5:25

· Gereja Adalah tubuh Kristus

· Gereja Adalah pelaksana Missi Allah di dunia

2) Mengasihi Allah berarti memberi waktu untuk beribadah

· Tidak ada satupun hal yang dapat menghalangi untuk menyembah Allah

· Mencintai Rumah Allah

· Bersukacita saat beribadah:

o Bukan dipaksa atau terpaksa

o Bukan karena tidak ada kegiatan

· Berbakti di dalam Rumah Tuhan sesuai dengan tatacara yang telah diatur.

3) Mengasihi Allah dibuktikan dengan mengasihi sesama

· Kasih dinyatakan dengan perbuatan

· Allah tidak kelihatan tetapi kasih kita diwujudkan kepada ciptaanNya.

· Mengasihi adalah kewajiban---tidak mengasihi sesama berarti tidak mengasihi Allah.

4) Mengasihi Allah berarti mengasihi FirmanNya

· Respons terhadapa Firman Alaah (contoh:Daud)

· Mengutamakan lebih dari harta benda ( Mzm 119:127)

· Memberitakan Firman Allah kepada Sesama.

·

II. Mengasihi sesama/ciptaanNya

Mengasihi sesama adalah implementasi dari kasih kita terhadap Allah, kita tidak dapat mengatakan bahwa kita mengasihi Allah tetapi kita membenci sesame. Secara sederhana bahwa jika tidak ada air di dalam tong air maka tidak mungkin mengalirkan air melalui kran dari dalam tong tersebut. Mengasihi dimaksudkan di sini adalah “inner” dari dalam dan dilakukan bukan untuk dipertontonkan. Secara sederhana mengasihi itu dilakukan seperti di bawah ini.

III. Aplikasi sederhana

Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya. Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya. Kata kuda itu : "Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya, sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya, saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya." Ujarnya dengan sinis.

Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi, lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata : "Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya. Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini." dengan nada mencemooh.

Teriak seekor domba : "Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya, saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini. Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga. Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, sepertinya kamu memang benar. Dia sama sekali tidak ada manfaatnya disini." Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu, sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu. Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur, kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu. Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah makhluk tak berguna dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu. Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain, anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya, sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna, disingkirkan dari pergaulan lagi.

Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu. "Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga di sini, sayalah hewan yang paling tidak berguna di sini." Kata anjing tua itu : "Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati, kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu, tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan. Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan."

Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari, anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya. Sambil menjatuhkan diri ke tanah, pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria. Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat- erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata, "Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna, bila kau menyambutku semesra ini, kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini, kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih.........

Moral of the Story :
Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain karena mungkin memang tidak memiliki kemampuan untuk itu, tetapi apa yang dapat kamu lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya